29 Mar 2011

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL


Definisi Survival



Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.
Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.

Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.
Berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival : 
  1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.
  2. Selanjutnya dibutuhkan perlin-dungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. Untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. Api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua.
  3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. Istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. Dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.
  4. Air. Kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. Tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. Air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. Kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari, sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. Sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.
  5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. Tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. Catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. Keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. Penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.
 KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN YANG HARUS DIMILIKI DALAM JUNGGLE SURVIVAL

  • Menentukan Arah Dan Lintasan
Pada keadaan tersesat maka tindakan awal sebelum melakukan perjalanan adalah melakukan orientasi medan, kemudian memilih lintasan yang aman sehingga tujuan untuk keluar dari kondisi survival dapat tercapai.

1. Menentukan Arah
a. Berpedoman pada arah matahari, matahari selalu terbit dari timur dan terbenam arah barat
b. Berpedoman pada bintang, rasi bintang crux atau bintang salib, garis diagonalnya bila ditarik sampai kekaki langit, menunjukkan arah selatan
c. Berpedoman pada lumut di pohon, pada daerah terbuka, cari sebuah pohon dan lihatlah lumuat yang menempel pada pohon tersebut, lumut yang lebih tebal menunjukkan arah barat sedangkan yang tipis arah timur. Petunjuk ini tidak berlaku untuk daerah lereng atau lembah atau hutan lebat.

2. Memilih Lintasan
a. Melakukan perjalanan didataran rendah :
Pertama tentukan arah yang dituju, hal ini dimaksudkan untuk menghindari lintasan yang tidak mementu atau berputar-putar disekitar lokasi. Apabila menghadapi sungai yag besar dan sulit disebrangi maka ikutilah aliran sungai tersebut sebagai pedoman untuk keluar dari daerah survival, karena kemungkinan akan melewati perkampungan penduduk.
b. Melakukan perjalanan dipegunungan :
Tentukan arah dan ikuti punggungan gunung. Jangan berjalan di lembah atau pada aliran sungai, karena sungai dipegunungan cukup curam dan kadang kala membentuk air terjun
  • Membuat Bivouack (Shelter)
Membuat bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan gangguan binatang.
Macam –macam bivouack :
  1. Shelter asli alam ; Goa (yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor). Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua.
  2. Shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu, atau separuhnya alam dan separuhnya butan (misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk batu atau pohon tumbang atau ranting kayu)
Syarat bivouack :
  • Hindari daerah aliran air [bila terpaksa, maka gunakan bivouck panggung
  • Di atas bivouck / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
  • Bukan sarang nyamuk/serangga
  • Bahan kuat
  • Jangan terlalu merusak alam sekitar
  • Terlindung langsung dari angin
  • Mengatasi Gangguan Binatang
  1. Nyamuk ; Obat nyamuk, autan, dll , Bunga kluwih dibakar, Gombal / kain butut [dalam keadaan memaksa, penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti gombal] dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk , Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk.
  2. Laron ; Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan.
  3. Disengat Lebah ; Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali, Tempelkan tanah basah/liat di atas luka sengatan, Jangan dipijit-pijit, Tempelkan pecahan genting panas di atas luka, Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan
  4. Gigitan Lintah ; Teteskan air tembakau pada lintahnya, Taburkan garam di atas lintahnya, Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, Taburkan abu rokok di atas lintahnya, Membuang [mengais] lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada kambiumnya.
  5. Semut Gatal ; Gosokkan obat gosok pada luka gigitan, Letakkan cabe merah pada jalan semut, Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut
  6. Kalajengking dan lipan; Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar, Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit, Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka, Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka, Taburkan garam di sekeliling bivouck untuk pencegahan
  7. Ular dll ; Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan binatang berbisa mematikan harus mempelajari Emergency Medical Care [EMC]


  • Membaca Jejak
Ada beberapa jenis jejak yang dapat diidentifikasi, yaitu jejak buatan, maksudnya adalah jejak yang dibuat oleh manusia dan jejak alami yaitu tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan.
Jejak alami biasanya menyatakan tentang jenis binatang yang lewat dan ada disekitar, arah gerak binatang, besar kecilnya binatang, cepat lambatnya gerak binatang. Untuk membaca jejak alami [binatang] dapat diketahui dari telapak yang ditinggalkan, kotoran yang tersisa, pohon atau ranting yang patah, lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput.Pada kawasan hutan banyak ditemui jejak yang merupakan tanda yang menunjukkan adanya manusia atau hewan. Tentu ini perlu diketahui agar dapat membedakan individu yang melintas daerah tersebut. Jejak dapat pula sebagai penunjuk arah pergerakan SURVIVOR.

1. Jejak hewan
Berupa telapak kaki, kotoran dan sibakan tumbuhan, dapat menunjukkan jenis hewan tersebut, ukuran tubuh, habitat, makanan, pola dan tingkah laku. Sehingga dapat diambil tindakan membuat jerat atau menghindari hewan berbahaya.

2. Jejak manusia
Berupa telapak kaki, sepatu atau sandal, sibakan atau patahan tumbuhan, bekas bacokan pada pohon dan sampah. Sehingga dapat menunjukkan aktivitas aktivitas seseorang sebagai pemburu, perambah hutan, penjelajah atau survivor.

3. Membuat jejak
Usaha survivor untuk keluar dari kondisi survival dalam melakukan pergerakan dapat membuat membuat jejak yang jelas agar Tim SAR mudah melacak. Jejak ini dapat dibuat sesuai dengan alat atau barang yang dibawa atau tanpa alat
     1. Menggunakan alat atau barang
         a. Potongan tali yang diikatkan pada batang pohon-pohon dengan jarak tertentu sesuai medan
         b. Tebasan dan bacokan golok atau pisau pada pohon
         c. Sampah, potongan kain dan barang lain terutama yang berwarna mencolok, diletakkan
             pada jarak tertentu sepanjang jalu yang dilalui
     2.Tanpa menggunakan alat
         a. Menyibakan atau mematahkan tumbuhan
         b. Mencabut dan meletakkan kembali tumbuan semak yang berwarna mencolok
         c. Menyi\usun batu atau ranting membentuk panah
         d. Memperjelas jejak kaki atau sepatu pada tanah gembur


  • Air
    Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.Ada air yang tidak perlu dimurnikan, seperti air hujan langsung. Untuk memperoleh air hujan langsung dalam keadaaan sirvive di alam bebas, maka dapat dengan cara memampung dengan ponco atau daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan (nesting atau vedples)
    Air dari tanaman rambat/rotan atau bambu. Cara memperolehnya, yaitu potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut. Selain rotan, bambu dan tumbuhan rambat, air juga dapat diperoleh pada bunga (kantung semar) dan lumut. Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu antara lain adalah air sungai besar, air sungai tergenang, air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut). Untuk mendaptkan air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan.
    Berikutnya air juga dapat diperoleh dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya [bongkahnya] lalu buat lubang ditengahnya maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan.


    • Makanan
    Dalam kondisi hidup dialam bebas ada berbagai makanan yang dapat di konsumsi, tetapi harus memperhatikan beberapa syarat dan patokan berikut :
    1. Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia.
    2. Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok.
    3. Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo dan pepaya.
    4. Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan, lengan, bibir dan atau lidah, tunggu sesaat. Apabila terasa aman bisa dimakan.
    5. Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam.
    6. Jangan memakan satu jenis tumbuhan saja
    7. Sebaiknya dimasak dulu sebelum dimakan
    Catatan:
    Hubungan air dan makanan; Untuk makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit, Makanan ringan yang dikemas (ex: mie instan) akan mempercepat kehausan, Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak.
    Tumbuhan yang dapat dimakan dapat diketahui dari ciri-ciri fisik, misalnya : Permukaan daun atau batang yang tidak berbulu atau berduri, tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat, tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir dan tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat (dapat dicoba di ujung lidah)


    • Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa batangnya :
    1. Batang pohon pisang (putihnya)
    2. Bambu yang masih muda (rebung)
    3. Pakis dalamnya berwarna putih
    4. Sagu dalamnya berwarna putih
    5. Tebu
    6. Rotan dalamnya berwarna putih
    • Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa daunnya :
    1. Selada air
    2. Rasamala (yang masih muda)
    3. Daun mlinjo
    4. Singkong
    5. sawi dll
    • Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa akar dan umbinya :
    1. Ubi jalar
    2. talas
    3. singkong dll
    • Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa Buahnya :
    1. Arbei hutan (Rubus sp)
    2. Buah senggani atau herendong(Malastoma polyantum),
    3. markisa atau konyal(Passiflora quadrangularis)  
    4. ceplukan(Physalis angilata)
    • Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
    1. Jamur merang,
    2. jamur kayu.
    • Tetapi ada beberapa jenis jamur mempunyai beracun yang ciri-cirinya adalah :
    1. Mempunyai warna mencolok
    2. Baunya tidak sedap
    3. Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
    4. Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
    5. Bila diraba mudah hancur
    6. Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
    7. Tumbuh dari kotoran hewan
    8. Mengeluarkan getah putih
    • Manfaat tumbuhan di HUTAN

    1.Sebagai tumbuhan obat

    Tumbuham obat atau simplisia nabati banyak terdapat di Indonesia tetapi masihkurang dikenal dan diketahui khasiatnya oleh umum. Adapula jenis-jenis tumbuhan obat yang ditanam disela-sela hutan produksi dan disebut empon-empon. Pengenalan dan pemanfaatan obat masih secara trsisional dan disampaikan secara turun-temurun pada masyarakat Indonesia.
    Beberapa jenis tumbuhan obat yang ditemui di hutan yaitu :
    1. Lumut hati, bila diamakan dapat sebagai obat hepatitis(penyakit hati)
    2. Antanan atau gagan atau kaki kuda daunnya bila dimakan atau dilalap, dapat sebagai obat sakit perut, batuk, asma dan sariawan
    3. Kaliandra, dau dan biji mudanya dapat sebagai obat sariawan
    4. Sembung manis, jenis tumbuhan herba yang daunnya dapat digunakan untuk sakit panas dan sakit perut
    5. Kiurat, daunnya untuk obat luar, seperti luka dan salah urat(keseleo)
    6. Numpong, daunnya dihaluskan untuk obat luka
    7. Getah kamboja, untuk menghilangkan bengkak
    Masih banyak jenis tumbuhan obat yang berasal dari hutan, tetapi untuk penggunaannya harus dicampur dan diolah bersama jenis tumbuhan lainnya sehingga menjadi jamu untuk mengobati sakit tertentu
    2.Untuk bahan bakar

    1. Kayu dan ranting kering, getah damar dan getah pinus yang mengandung terpetin.
    2. Untuk membuat atap bivovak.
    3. Daun anggrek tanah atau congkok, daun honje, daun pisang, daun pandan hutan, daun palem hutan, daun aren dan daun paku sarang burung yang biasa menempel pada hutan besar.

    3.Penyimpan air

    1. Tumbuhan palem, bambu, rotan dan tali air atu liana yang biasa menggantung dari pohon ke pohon,Tumbuhan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat peralatan dan dijadikan arah pergerakan survivor

    Tumbuhan Yang Berbahaya Dan Beracun

    Beberapa jenis tumbuhan dapat berpengaruh buruk terhadap manusia jika dimakan maupun melalui kontak langsung dengan kulit. Jenis ini kebanyakan mempunyai karekteristik tersendiri terlihat dari bentuk morfologisnya.
    #Jenis tumbuhan yang berbahaya bila kontak langsung dengan kulit :
    1. Rengas atau ingas, getahnya dapat menimbulkan iritasi kulit dan dapat merusak jaringan kulit.
    2. Kemadu atau pulus, bulu daunnya bila tersentuh menyebabkan gatal dan panas.
    3. Rarawean atau raweh, kelopak polongnya mempunyai rambut yang membuat kulit gatal.
    4. Aren, buah aren mentah dapat menyebabkan gatal
    #Jenis tumbhan beracun jika dimakan yaitu :
    1. Jarak, racun pada bijinya menyebabkan muntah, buang air besar dan kepala pusing.
    2. Pangi atau picung, seluruh pohonnya mengandung asam sianida yang sangat beracun.
    3. Kecubung, daun dan bunganya mengandung atropin yang menyebabkan halusinasi.
    4. Jamur amannita verna, mengandung meskarin yang dapat mematikan hewan maupun manusia Jamur Psilocybe sp, mengandung philosibin yang menyebabkan halusinasi Jamur jenis lain yang mengandung racun : Amanita muscaria, Corprinus sp, Hygrophorus miniatus, Gomphus bonarii, Microglossum rufum
    • Hewan Sebagai Sumber Makanan
    Selain tumbuhan, berbagai hewan yang ditemukan di alam dapat dimakan juga, Yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan makanan yang bersumber dari hewan yaitu :
    1. Jenis hewan tersebut
    2. Tempat hidup atau habitatnya
    3. Ukuran tubuhnya
    4. Makanannya
    5. Pola tingkah laku hewan tersebut
    Banyak jenis hewan yang dapat dijadikan bahan makanan dalam keadaan survival, tetapi karena sifat hewan yang mobile. Maka mendapatkannya lebih sulit dibanding tumbuhan. Situasi dan kondisi lingkungan juga mempengaruhi sifat dan tingkah laku hewan trsebut. Ada hewan yang keluar dari tempat persembunyian \nya dan mencari makan pada malam hari (noctural), sehingga siang hari sulit ditemukan, adapula yang keluar siang hari saja (diurnal). Hampir semua jenis hewan dapat dimakan tetapi dalam menagkap hewan tersebut harus hati-hati karena ada beberapa jenis hewan yang berbahaya dan berbisa dan diperlukan keterampilan untuk untuk menangkap atau menjerat hewan tersebut. Untuk mengetahui jenis, ukuran tubuh dan populasi hewan pada suatu daerah, selain dengan melihat langsung juga bisa dengan melihat kotoran dan jejak kaki hewan tersebut.

    #Hewan yang dapat dimakan antara lain :
    1. Mollusca
    Yang termasuk kelompok ini adalah berbagai macam siput dan kerang. Siput umumnya hidup disemak dalam hutan, sedangkan kerang umumnya hidup disaluran-saluran air atau terbenam dalam lumpur

    2. Annelida
    Yang termasuk dalam kelompok ini adalah cacing dan lintah. Cacing dapat diperoleh dengan cara menggali tanah atau disarang burung pada pohon. Cacing yang mempunyai ukuran yang cukup besar adalah cacing Sonari. Jika akan dimanfaatkan, isi perutnya perlu dibersihkan dahulu.

    3. Insecta (berbagai macam serangga)
    Jenis serangga yang sering dimanfaatkan adalah jenis belalang karena mudah dijumpai didaerah berumput. Dibeberapa tempat juga dijumpai ulat serangga yang mengandung protein tinggi, seperti ulat sagu dan ulat jati.

    4. Crutascea
    Yang termasuk jenis hewan ini adalah kepiting dan udang. Hewan ini dapat dijumpai pada aliran air yang mengalir dipegunungan, terutama didaerah pinggiran sungai yang berbatu

    5. Pisces

    Sama hal nya dengan udang, ikan juga sering dijumpai didaerah aliran air di pegunungan, sungai dan danau, karena air merupakan habitat ikan

    6. Amphibia (berbagai jenis katak)
    Banyak dijumpai dekat aliran air dihutan terutama pada malam hari, karena katak bersifat noctural. Katak yang bisa dimakan jenis (rana sp). Di hutan Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi banyak ditemukan jenis (rana macrodont) yang merupakan jenis katak beukuran besar yang bisa dimakan

    7. Reptilia (berbagai jenis hewan melata)
    Yang termasuk kelompok ini adalah ular, kadal, cicak dan sebagainya. Didaerah hutan merupakan hunian ular besar seperti ular sanca. Disampin berbahaya karena lilitannya yang kuat, ular sanca tidak berbisa dan dapat dimakan. Daging dari jenis ular berbisa dapat dimakan, tetapi bagian kepala dan isi perytnya harus dibuang karena dikepala terdapat kelenjar bisa

    8. Mamalia (berbagai jenis hewan menyusui)
    Yang termasuk kelompok hewan ini adalah kelinci, rusa, tikus dan sebagainya. Untuk mendapatkan hewan ini cukup sulit karena gerakannya yang lincah sehingga dibutuhkan jerat untuk menagkapnya


    9. Aves (berbagai jenis burung)
    Yang termasuk kelompok ini adalah ayam hutan, yang dapat dijerat, seadngkan jenis burung lainnya sulit didapat karena kemampuan tebangnya.



    #Hewan Yang Berbahaya Dan Berbisa

    Beberapa jenis hewan dapat menimbulkan bahay bagi manusia salah satu sebabnya karena terganggu dan dengan alat pembelaan dirinya maka hewan tesebut menyerang. Adapula jenis hewan, terutama hewan pengisap darah dan hewan carnivora besar yang memanfaatkan kehadiran manusia sebagai sumber makanannya

    Jenis hewan yang berbahaya dan berbisa antara lain adalah :
    1. Nyamuk malaria,Nyamuk ini merupakan vector dari bakteri Plasmodium malariae.
    2. Agas,Sejenis nyamuk yang hidupnya bergerombol di hutan atau rawa. Gigitan hewan ini dapat menyebabkan gatal dan panas.
    3. Semut api,Hewan ini hidupnya diatas permukaan tanah merayap diantara guguran daun. Gigitan semut ini menyebabkan panas dan perih pada kulit.
    4. Tawon atau Lebah,Sengatan hewan ini bisa menyababkan bengkak, sakit dan menimbulkan demam bagi penderita.
    5. Kelabang,Sengatannya menyebabkan bengkak dan sakit sekali.
    6. Kalajengking,Sengatan kalajengking menyebabkan bengkak dan sakit sekali. Hewan ini mempunyai capit, akan tetapi yang berbahaya adalah ekornya (talson).
    7. Pacet dan Lintah,Kedua jenis hewan ini mempunyai alat penghisap darah yang mengandung zat anti pembeku darah.
    8. Harimau dan Macan Kumbang,Kedua jenis hewan ini masih terdapat di hutan Sumatra.
    9. Buaya,Terdapat dimuara sungai dan rawa Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya.
    10. Ular,Beberapa jenis ular berbisa seperti ular cobra, ular belang, ular tanah, ular hijau, ular cabe dan ular pucuk, masing-masing mempunyai karekteristik tersendiri
    Beberapa petunjuk untuk mengidentifikasi ular berbisa :
    • Tidak semua ular berbisa kepalanya berbentuk segitiga, tetapi ular yang kepalanya bebentuk segitiga adalah ular berbisa. Sisik dibawah cloaca ular berbisa membentuk lempengan tunggal, sedangkan pada ular tidak berbisa membentuk lempengan membelah.
    • Pada bagian punggungnya berlunas sehingga membentuk garis punggung dari mulai dari belakang kepala sampai ekor.
    • Mempunyai kelenjar dan gigi bisa pada bagian kepala
    Gigitan ular berbisa dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Hindarilah jika berjumpa ular berbisa, apabila terpaksa unatuk memanfaatkannya sebagai bahan makanan, maka langsung saja dibunuh menggunakan alat dan jangan berusaha menangkapnya. Hal ini untuk menjaga kemungkinan buruk akibat ular tersebut


    • Api
    Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
    Cara membuat api dalam keadaan darurat :
    1. Dengan lensa / Kaca pembesar (luv) ; Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
    2. Gesekan kayu dengan kayu ; Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar.
    3. Busur dan gurdi ; Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul / sabut terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren


    Sikap Dalam Survival

    Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang
    terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. Hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. Bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. Kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. Juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. Sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.

    Apa saja yang berguna dalam mengha- dapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :
    1. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas "apakah anda ingin hidup ?", ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. Sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. Oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.
    2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. Mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. Pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya, penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.
    Bahaya-bahaya dalam survival
    Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

    1. Ketegangan dan panik
    Pencegahan :
    - Sering berlatih
    - Berpikir positif dan optimis
    - Persiapan fisik dan mental

    2. Matahari / panas
    - Kelelahan panas
    - Kejang panas
    - Sengatan panas

    Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :
    - Penyakit akut/kronis
    - Baru sembuh dari penyakit
    - Demam
    - Baru memperoleh vaksinasi
    - Kurang tidur
    - Kelelahan
    - Terlalu gemuk
    - Penyakit kulit yang merata
    - Pernah mengalami sengatan udara panas
    - Minum alkohol
    - Dehidrasi

    Pencegahan keadaan panas :
    - Aklimitasi
    - Persedian air
    - Mengurangi aktivitas
    - Garam dapur
    - Pakaian :
    - Longgar
    - Lengan panjang
    - Celana pendek
    - Kaos oblong

    3. Serangan penyakit
    - Demam
    - Disentri
    - Typus
    - Malaria

    4. Kemerosotan mental
    Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
    Penyebab :
    -Kejiwaan dan fisik lemah
    -Keadaan lingkungan mencekam
    -Pencegahan : Usahakan tenang
    -Banyak berlatih

    5.Keracunan
    Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
    Penyebab : Makanan dan minuman beracun
    Pencegahan : Air garam di minum,Minum air sabun mandi panas,Minum teh pekat,Di tohok anak tekaknya

    6. Keletihan amat sangat
    Pencegahan : Makan makanan berkalori
    Membatasi kegiatan

    7. Kelaparan

    8. Lecet

    9. Kedinginan
    Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian
    Membuat Bivak (Shelter)
    Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin
    Macam :

    Survival kit

    Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :
    1. Perlengkapan memancing
    2. Pisau 
    3. Tali kecil 
    4. Senter 
    5. Cermin suryakanta, cermin kecil 
    6. Peluit 
    7. Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air 
    8. Tablet garam, norit Obat-obatan pribadi 
    9. Jarum + benang + peniti dll

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar